Digital Detox untuk Mengatasi Doom Scrolling | Toko Psikologi

Digital Detox untuk Mengatasi Doom Scrolling

09 March 2026

Doom Scrolling adalah kebiasaan menggeser layar secara terus-menerus untuk membaca berita atau konten yang bernuansa negatif. Banyak orang awalnya hanya ingin mengetahui perkembangan informasi terbaru, tetapi tanpa disadari mereka terus membaca berita lain yang memicu kekhawatiran. Kebiasaan ini dapat membuat pikiran terasa penuh, memicu kecemasan, serta menimbulkan kelelahan mental.

Paparan informasi yang berlebihan, terutama yang berkaitan dengan konflik, bencana, atau isu sosial yang memicu emosi, dapat membuat sistem saraf terus berada dalam kondisi siaga. Ketika hal ini terjadi secara terus-menerus, seseorang dapat merasa lebih mudah cemas, sulit fokus, dan mengalami gangguan istirahat.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan doom scrolling adalah dengan melakukan digital detox. Digital detox merupakan upaya untuk memberi jeda dari penggunaan perangkat digital agar pikiran dan tubuh memiliki kesempatan untuk beristirahat dari stimulasi informasi yang berlebihan. Dalam konteks kesehatan mental, digital detox juga dapat menjadi bagian dari proses self-healing, yaitu upaya individu untuk merawat dan memulihkan kondisi psikologisnya secara sadar.

Melalui digital detox, seseorang dapat belajar kembali mengenali kebutuhan dirinya, mengelola emosi, serta menciptakan ruang yang lebih tenang bagi pikiran. Proses ini tidak harus dilakukan secara ekstrem, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

Beberapa bentuk self-healing yang dapat dilakukan melalui digital detox antara lain:

  • Memberi jeda dari layar secara berkala
    Menjauh dari ponsel atau media sosial selama beberapa waktu dapat membantu otak beristirahat dari arus informasi yang terus-menerus.

  • Melakukan aktivitas yang menenangkan
    Kegiatan seperti berjalan santai, mendengarkan musik, membaca buku, atau melakukan hobi dapat membantu pikiran menjadi lebih rileks.

  • Melatih kesadaran diri (mindfulness)
    Mindfulness membantu seseorang menyadari apa yang sedang dirasakan tanpa menghakimi. Dengan lebih sadar terhadap kondisi diri, kita dapat mengenali kapan pikiran mulai merasa lelah akibat terlalu banyak informasi.

  • Menulis refleksi diri
    Menuliskan pikiran dan perasaan dapat membantu seseorang memproses emosi yang muncul setelah terpapar berbagai berita atau informasi yang memicu stres.

  • Menciptakan waktu bebas gadget
    Misalnya dengan tidak menggunakan ponsel sebelum tidur atau ketika sedang berinteraksi dengan orang terdekat.

Digital detox bukan berarti sepenuhnya menjauh dari teknologi, tetapi lebih pada menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan perangkat digital. Dengan memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dari layar, kita dapat membantu pikiran kembali tenang dan menjaga keseimbangan emosional.

Di tengah derasnya arus informasi di era digital, merawat kesehatan mental menjadi hal yang semakin penting. Melalui langkah sederhana seperti digital detox dan self-healing, kita dapat tetap terhubung dengan dunia tanpa merasa kewalahan oleh informasi yang terus mengalir.

Tingkatkan kualitas hidup dan kesehatan mentalmu dengan rangkaian produk psikologi dari Toko Psikologi. Kami menyediakan audio mindfulness, media refleksi diri, games psikologi, serta alat bantu berbasis evidence yang membantu mengurangi stres, memperkuat hubungan, dan mengembangkan potensi diri. Mulai perjalanan perubahan positifmu sekarang dengan menjelajahi koleksi lengkap kami di: https://tokopsikologi.com.

 

 

Referensi: 

Brek, Y., & Sapoh, F. (2024). Menemukan damai di tengah badai digital: Bimbingan pastoral konseling untuk mengatasi doomscrolling. Vol. 1(1), 11–27.

Sa’idah, I., & Aryani, A. (2025). Doomscrolling behavior among Indonesian adolescents: Psychological correlates and digital media usage patterns. Journal of Counseling & Psychotherapy Research.