Kesepian dan Kecenderungan Kecanduan Media Sosial pada Dewasa Awal
13 March 2026
Media Sosial dalam Kehidupan Dewasa Awal
Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi kelompok dewasa awal. Melalui media sosial, individu dapat berkomunikasi, berbagi pengalaman, serta memperoleh berbagai informasi dengan mudah. Kehadiran media sosial juga memberikan ruang bagi seseorang untuk membangun relasi sosial secara daring.
Namun di sisi lain, penggunaan media sosial yang terlalu intens dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis. Salah satu kondisi yang sering dikaitkan dengan penggunaan media sosial adalah perasaan kesepian.
Kesepian pada Dewasa Awal
Kesepian merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika seseorang merasa hubungan sosial yang dimilikinya tidak sesuai dengan harapan atau kebutuhan yang diinginkan. Perasaan ini tidak selalu berkaitan dengan jumlah orang di sekitar individu, tetapi lebih pada kualitas hubungan yang dirasakan.
Pada masa dewasa awal, individu berada pada tahap perkembangan yang menekankan pembentukan hubungan interpersonal yang bermakna. Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, individu dapat mengalami kesepian yang berdampak pada kesejahteraan psikologis.
Hubungan Kesepian dengan Penggunaan Media Sosial
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang merasa kesepian cenderung menggunakan media sosial lebih sering. Media sosial dapat menjadi sarana untuk mencari interaksi sosial atau mengurangi perasaan tidak nyaman yang muncul akibat kesepian.
Beberapa bentuk perilaku penggunaan media sosial yang sering muncul antara lain:
-
Menghabiskan waktu lama untuk membuka media sosial
-
Terus memeriksa notifikasi atau aktivitas orang lain
-
Merasa sulit mengurangi waktu penggunaan media sosial
-
Menggunakan media sosial sebagai cara untuk mengalihkan perasaan tidak nyaman
Ketika penggunaan tersebut berlangsung secara terus-menerus, individu dapat mengalami kecenderungan kecanduan media sosial.
Mengelola Penggunaan Media Sosial
Agar penggunaan media sosial tidak berdampak negatif terhadap kesehatan mental, individu perlu mengelola pola penggunaan secara lebih seimbang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain membatasi waktu penggunaan media sosial, meningkatkan kualitas interaksi sosial secara langsung, serta melakukan aktivitas lain yang dapat memperkuat hubungan interpersonal di kehidupan nyata.
Dengan penggunaan yang lebih bijak, media sosial dapat tetap memberikan manfaat tanpa memperburuk perasaan kesepian.
Tingkatkan kualitas hidup dan kesehatan mentalmu dengan rangkaian produk psikologi dari Toko Psikologi. Kami menyediakan audio mindfulness, media refleksi diri, games psikologi, serta alat bantu berbasis evidence yang membantu mengurangi stres, memperkuat hubungan, dan mengembangkan potensi diri. Mulai perjalanan perubahan positifmu sekarang dengan menjelajahi koleksi lengkap kami di: https://tokopsikologi.com.
Referensi:
Krisnadi, B., & Adhandayani, A. (2022). Kecanduan media sosial pada dewasa awal: Apakah dampak dari kesepian? JCA Psikologi, 3(1).
Cacioppo, J. T., & Cacioppo, S. (2018). Loneliness in the modern age: An evolutionary theory of loneliness.
Twenge, J. M. (2019). iGen: Why today's super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy.