Mengapa Gen Z Sulit Lepas dari Doom Scrolling? | Toko Psikologi

Mengapa Gen Z Sulit Lepas dari Doom Scrolling?

10 March 2026

Perkembangan teknologi dan media sosial membuat generasi saat ini hidup dalam arus informasi yang sangat cepat. Bagi generasi Z atau Gen Z, internet bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. Melalui media sosial, mereka mendapatkan berita, hiburan, serta berbagai informasi yang terus diperbarui setiap saat. Namun, kondisi ini juga membuat Gen Z lebih rentan terhadap kebiasaan doom scrolling.

Doom Scrolling adalah kebiasaan menggeser layar secara terus-menerus untuk membaca berita atau konten yang bernuansa negatif. Tanpa disadari, seseorang dapat menghabiskan waktu yang lama hanya untuk membaca berbagai informasi yang memicu kekhawatiran atau emosi negatif. Kebiasaan ini sering kali membuat pikiran terasa penuh dan menimbulkan kelelahan mental.

Bagi Gen Z, doom scrolling menjadi semakin sulit dihentikan karena beberapa faktor yang berkaitan dengan kebiasaan penggunaan teknologi dan kondisi psikologis di era digital.

 

Faktor yang Membuat Gen Z Sulit Lepas dari Doom Scrolling

Beberapa hal berikut dapat menjelaskan kebiasaan doom scrolling lebih mudah terjadi pada Gen Z.

 

1. Paparan media sosial yang sangat tinggi

Gen Z merupakan generasi yang tumbuh bersama internet dan media sosial. Sebagian besar aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi, berkomunikasi, hingga hiburan, dilakukan melalui perangkat digital. Paparan yang tinggi ini membuat mereka lebih sering terhubung dengan arus informasi yang tidak pernah berhenti.

 

2. Algoritma media sosial yang mendorong keterlibatan

Platform media sosial dirancang untuk membuat pengguna tetap berada di dalam aplikasi selama mungkin. Algoritma akan menampilkan konten yang dianggap relevan atau menarik perhatian pengguna, termasuk berita yang memicu emosi kuat. Hal ini membuat seseorang terus terdorong untuk menggulir layar tanpa sadar.

 

3. Rasa ingin tahu terhadap informasi terbaru

Banyak orang merasa perlu mengetahui perkembangan terbaru mengenai berbagai isu sosial, politik, atau peristiwa global. Keinginan untuk selalu update dengan informasi terbaru dapat membuat seseorang terus membuka media sosial meskipun informasi tersebut memicu kecemasan.

 

4. Fear of Missing Out (FOMO)

Gen Z juga sering mengalami Fear of Missing Out, yaitu rasa takut tertinggal informasi atau aktivitas yang sedang terjadi. Perasaan ini membuat seseorang merasa perlu terus memeriksa media sosial agar tidak merasa tertinggal dari orang lain.

 

5. Kebiasaan menggunakan ponsel saat waktu senggang

Ketika merasa bosan atau memiliki waktu luang, banyak orang secara otomatis membuka ponsel. Tanpa disadari, kebiasaan kecil ini dapat berkembang menjadi doomscrolling, terutama ketika seseorang mulai membaca berita yang memicu emosi.

 

Dampak Doom Scrolling bagi Kesehatan Mental

Jika dilakukan secara terus-menerus, doom scrolling dapat memberikan dampak pada kesehatan mental. Beberapa dampak yang sering muncul antara lain:

  • meningkatnya perasaan cemas

  • kelelahan mental akibat paparan informasi berlebihan

  • gangguan tidur karena penggunaan ponsel sebelum beristirahat

  • kesulitan fokus pada aktivitas sehari-hari

Paparan informasi negatif secara terus-menerus juga dapat membuat seseorang memiliki persepsi bahwa dunia selalu berada dalam kondisi yang buruk, sehingga memicu kekhawatiran yang berlebihan.

 

Cara Mengurangi Kebiasaan Doom Scrolling

Meskipun sulit dihindari sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat membantu Gen Z mengurangi kebiasaan doom scrolling:

  • membatasi waktu penggunaan media sosial agar tidak terlalu lama terpapar informasi digital

  • mematikan notifikasi yang tidak penting untuk mengurangi dorongan membuka aplikasi secara terus-menerus

  • menghindari penggunaan ponsel sebelum tidur agar pikiran memiliki waktu untuk beristirahat

  • mengganti waktu scrolling dengan aktivitas lain seperti membaca buku, berolahraga, atau melakukan hobi

Dengan lebih sadar terhadap kebiasaan penggunaan media sosial, Gen Z dapat mulai menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi. Mengatur cara kita mengonsumsi informasi menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan emosional di tengah arus informasi yang terus bergerak cepat.

Tingkatkan kualitas hidup dan kesehatan mentalmu dengan rangkaian produk psikologi dari Toko Psikologi. Kami menyediakan audio mindfulness, media refleksi diri, games psikologi, serta alat bantu berbasis evidence yang membantu mengurangi stres, memperkuat hubungan, dan mengembangkan potensi diri. Mulai perjalanan perubahan positifmu sekarang dengan menjelajahi koleksi lengkap kami di: https://tokopsikologi.com.

 

 

Referensi:

Christantio, D., Pratama, G. W., Ramadinata, A., & Nastiti, P. (2025). Zombie scrolling syndrome: Mengapa Gen Z sulit lepas dari infinite scrolling. KONSTELASI: Konvergensi Teknologi dan Sistem Informasi, 5(2).

Al Wafa, M. A., Darungan, T. S., Akbar, S., & Damanik, Z. (2024). The relationship of doomscrolling with anxiety in students of the Faculty of Medicine, Islamic University of North Sumatra. AJHS Journal.